UPACARA ADAT SEDEKAH BUMI SEBAGAI WUJUD IDENTITAS MASYARAKAT TUBANAN KELURAHAN KARANGPOH KECAMATAN TANDES SURABAYA
Keywords:
Identitas Budaya, Sedekah Bumi, Masyarakat Perkotaan, Fenomenologi, TradisiAbstract
Modernisasi perkotaan seringkali menggusur tradisi lokal, namun masyarakat Tubanan, Surabaya, tetap melestarikan tradisi sedekah Bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk identitas masyarakat Tubanan melalui upacara adat dengan menggunakan teori identitas budaya Stuart Hall. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga sekitar. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran identitas ritual, dari budaya agraris murni menjadi tradisi budaya-keagamaan. Identitas tersebut diwujudkan melalui perpaduan yang harmonis antara unsur budaya lokal (ancak, tumpeng, tayub, ludruk) dan nilai-nilai keislaman (Khatmil Qur'an, tahlil, zikir). Tradisi ini juga menjadi ruang komunikasi antarbudaya yang memperkuat toleransi dan inklusivitas sosial. Disimpulkan bahwa Sedekah Bumi merepresentasikan jati diri masyarakat Tubanan sebagai masyarakat perkotaan yang religius, menghormati leluhur, dan menjunjung tinggi solidaritas kolektif.
References
Durkheim, E. (1995). The elementary forms of religious life. In Social Theory Re-Wired: New Connections to Classical and Contemporary Perspectives: Second Edition (p. 449). https://doi.org/10.4324/9781315775357
Geertz, C. (1973). The Interpretation Of Cultures. Basic Books, Inc. https://doi.org/10.1007/BF00695328
Hall, S. (1990). Cultural Identity and Diaspora. In Identity: Community, Culture, Difference (pp. 497–501). https://doi.org/10.4324/9780429469039-101
Hall, S. (1996). Questions of Cultural Identity. Sage Publications Ltd.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi Edisi Revisi 2009 (9th ed.). rineka cipta.
Liliweri, A. (2023). Komunikasi Antar Budaya: Definisi dan Model. Rajawali Pers.




