KOMUNIKASI SEBAGAI AKTIVITAS SOSIAL: STUDI INTERAKSI INKLUSIF OLEH BK3S JAWA TIMUR

Authors

  • Gading Kharisma Mahesa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Anggie Friskila Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Keywords:

Komunikasi inklusif, masyarakat inklusif, learning by doing, interaksi sosial, penyandang disabilitas

Abstract

Penelitian ini menganalisis praktik komunikasi inklusif yang dilakukan BK3S Jawa Timur dalam membangun ruang interaksi setara bagi penyandang disabilitas. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif dan wawancara informal, penelitian ini menelaah bagaimana prinsip “No One Left Behind” diterjemahkan dalam aktivitas sosial kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai pertukaran pesan, tetapi juga sebagai strategi pemberdayaan sosial yang menempatkan penyandang disabilitas sebagai subjek partisipatif. Melalui model “learning by doing”, relawan dan masyarakat memperoleh pemahaman empatik melalui pengalaman langsung berinteraksi dengan ragam disabilitas. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan penguasaan bahasa isyarat, miskomunikasi, dan minimnya literasi komunikasi inklusif, BK3S mampu menciptakan ruang sosial yang suportif dan kolaboratif. Studi ini menegaskan bahwa komunikasi sosial berbasis pengalaman dapat menjadi instrumen transformatif dalam membangun masyarakat inklusif dan berkeadilan.

References

Adam Nurmansyah, Nanda Rizqia Rhamadhani, Sabrina Alfarissy Nur Hakim, Sri Azhari Agustin, & Siti Hamidah. (2023). Permasalahan Komunikasi Yang Kerap Terjadi Pada Penyandang Disabilitas. Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Budaya, 2(2), 200–210. https://doi.org/10.55606/jpbb.v2i2.1515

Afifah, M. H. (2023). Interaksi Komunikasi Antara Mahasiswa Non Disabilitas Dengan Mahasiswa Disabilitas Di Universitas Teknologi Sumbawa. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, 4(7), 832–843. https://doi.org/10.59141/jist.v4i7.645

Apriyani, T., & Rahmiaji, L. R. (2022). Strategi Komunikasi Penanganan Perempuan Difabel Korban Kekerasan Seksual di SAPDA Yogyakarta. Inklusi, 8(2), 185–202. https://doi.org/10.14421/ijds.080207

Mawardiningsih, W., & Wijayanti, C. N. (2018). Miskomunikasi Diadik dengan Kaum Tuli (Analisis Komunikasi Interpersonal dengan Kaum Tuli). Jurnal Translitera, 6, 47–60. https://ejournal.unisbablitar.ac.id/index.php/translitera/article/view/583

Rahajeng, U. W., Widyarini, I., & Ilhamuddin, I. (2020). Kekuatan Karakter Relawan Muda bagi Penyandang Disablilitas. Inklusi, 7(1), 97. https://doi.org/10.14421/ijds.070105

Saputra, R. S., & Pranawukir, I. (2025). Model komunikasi adaptif guna mendukung proses pembelajaran bagi penyandang disabilitas fisik di pendidikan dasar. 6(10), 326–338. https://doi.org/10.33474/jp2m.v6i1.23409

Yusanto, Y. (2020). Ragam Pendekatan Penelitian Kualitatif. Journal of Scientific Communication (Jsc), 1(1), 1–13. https://doi.org/10.31506/jsc.v1i1.776

Downloads

Published

2026-03-11