Museum Siola Surabaya sebagai Ruang Interpretasi Sejarah : Analisis Atraksi Budaya, Buatan, dan Sosial
Keywords:
Museum Siola Surabaya, Atraksi Budaya, Atraksi Buatan, Atraksi Sosial, Wisata EdukasiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Museum Siola Surabaya sebagai ruang interpretasi sejarah melalui atraksi budaya, atraksi buatan, dan atraksi sosial yang dimilikinya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung (direct observation) secara non partisipatif. Observasi dilakukan terhadap koleksi museum, tata ruang pameran, media interpretasi sejarah, serta aktivitas dan interaksi yang terjadi di lingkungan museum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atraksi budaya diwujudkan melalui koleksi arsip sejarah, foto dokumentasi, peta kota, dan benda peninggalan yang merepresentasikan perkembangan Kota Surabaya. Atraksi buatan terlihat dari tata ruang pamer yang sistematis, penggunaan panel informasi, media visual, serta fasilitas pendukung yang meningkatkan pengalaman belajar pengunjung. Sementara itu, atraksi sosial tercermin melalui interaksi antara pengunjung dengan koleksi museum maupun antar pengunjung yang menjadikan museum sebagai ruang publik edukatif. Ketiga atraksi tersebut saling terintegrasi dalam membentuk pengalaman wisata yang edukatif, menarik, dan bermakna. Kesimpulannya, Museum Siola Surabaya berhasil berfungsi sebagai ruang interpretasi sejarah yang tidak hanya berperan dalam pelestarian budaya, tetapi juga sebagai destinasi wisata edukasi yang mampu menggabungkan unsur budaya, teknologi, dan interaksi sosial dalam satu pengalaman wisata yang utuh.
References
Andini, M., Arinayah, S., Insani, R. E., & Romadhan, M. I. (2025). ATRAKSI WISATA DALAM MEMBANGUN DESTINASI BRAND MUSEUM KOTA SURABAYA : STUDI KOMPARATIF MUSEUM SIOLA, MUSEUM 10 NOVEMBER, DAN MUSEUM ETNOGRAFI UNAIR. In RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi (Vol. 05, Number 04).
Chamidah, N., & Azis Putra, A. (2023). Konsep Pengembangan Kawasan Wisata Jamblang Sebagai Destinasi Unggulan Kabupaten Cirebon dalam Perspektif Teori Sistem Talcott Parsons The Concept of Development for The Jamblang Tourism Area as Cirebon First Destination in Talcott Parsons Theory System Perspective. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 22(01), 2024–2047. https://doi.org/10.46937/22202452266
Fronzetti Colladon, A., Grippa, F., & Innarella, R. (2020). Studying the association of online brand importance with museum visitors: An application of the semantic brand score. Tourism Management Perspectives, 33. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2019.100588
Herera, D. R., Alfaqurohmah, F., Saphira, Z., & Romadhan, M. I. (2025). Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial ATRAKSI WISATA MULTIDIMENSI SEBAGAI STRATEGI MENARIK MINAT WISATAWAN: STUDI TIGA DESTINASI DI JAWA TIMUR.
Jamil, N. A., & Firdaus, P. (2025). Pengaruh Digitalisasi Berdasarkan Technology Acceptance Model terhadap Kepuasan Wisatawan di Museum Surabaya Siola. http://Jiip.stkipyapisdompu.ac.id
Løvlie, A. S., Eklund, L., Waern, A., Ryding, K., & Rajkowska, P. (2020). Graham Black (2021) Museums and the Challenge of Change: old institutions in a new world Section 3 K. Løvlie et al: Designing for Interpersonal Museum Experiences K. Designing for interpersonal museum experiences. https://gifting.digital/
M. Bima Rizqi, Aldi Saputra, Rizky Putra E, & Mohammad Insan Romadhan. (2025). Asimilasi Atraksi Budaya Dan Edukasi Dalam Museum Tokoh Surabaya. Jurnal Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik Dan Kebijakan Negara, 2(3), 133–139. https://doi.org/10.62383/komunikasi.v2i3.482
Pin, P., Rozzi, R., & Stringhi, A. (2026). Museums as Policy Tools: The Behavioral Impact of Cultural Experiences. http://arxiv.org/abs/2606.07109
Romadhan, M. I., & Nugroho, M. (2021). Atraksi destinasi wisata dalam mendukung terbentuknya Desa Wisata Banyu Urip Kedamean Gresik. Jurnal Pariwisata Pesona, 6(2), 105–115. https://doi.org/10.26905/jpp.v6i2.6241
Romadhan, M. I., & Pradana, B. C. S. A. (2023). Komunikasi pariwisata dalam pengembangan destinasi wisata Kampung Adat Segunung berbasis pemberdayaan masyarakat. Jurnal Communio: Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(2), 222–234
Romadhan, M. I. (2021). Manajemen kesan Disparbudpora Sumenep dalam membangun citra destinasi wisata. Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan), 22(1), 103–117.
Romadhan, M. I., Sudaryanto, E., & Suwandha, A. I. (2025). Inisiasi live streaming minishow sebagai inovasi promosi budaya tari tradisional dalam membangun reputasi digital Sanggar Mugi Lestari. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian
Romadhan, M. I., Pariyanto, & Suwandha, A. I. (2025). Critical discourse analysis of Pertamina’s press release "Supported by the Attorney General’s Office, Pertamina Ensures Pertamax Meets Specifications". Journal of Scientific, Research, Education, and Technology (JSRET), 4(2), 757–782.
Salsabila, N. P., Diana Nadifa, A., Oktavia, N., Sandy, W. D., & Romadhan, M. I. (2025). Atraksi Wisata Sebagai Penguat Identitas Destinasi: Integrasi Nilai Budaya, Edukasi, dan Alam di Candi Pari, Museum Surabaya, dan Lembah Pandawa. https://doi.org/10.59841/saber.v3i3y.3087
Schou, M. M., & Løvlie, A. S. (2020). The Diary of Niels: Affective engagement through tangible interaction with museum artifacts. http://arxiv.org/abs/2011.11375
Wieland, T. (2026). Assessing the impact of tourist attractions through the integration of causal inference and demand-side economic analysis A case study of the Sensoria experience museum in Holzminden, Germany Declarations.
Zahra, C. A., Febriyanti, I., & Nugroho, I. P. (2025). REPRESENTASI NASIONALISME DALAM ATRAKSI BUDAYA MUSEUM SURABAYA. In RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi (Vol. 05, Number 04).




