Retorika Public Speaking Ferry Irwandi Pada Video YouTube “Hal Yang Lebih Penting Daripada Urusan Dengan TNI”
Keywords:
Retorika, Public Speaking, Ferry Irwandi, Image Restoration Theory, Komunikasi Krisis, YoutubeAbstract
Perkembangan media digital telah menciptakan ruang komunikasi yang memungkinkan individu menyampaikan gagasan, kritik, serta membangun opini publik secara luas melalui berbagai platform, salah satunya YouTube. Dalam konteks tersebut, kemampuan public speaking menjadi faktor penting dalam menentukan efektivitas penyampaian pesan kepada khalayak. Ferry Irwandi merupakan salah satu kreator konten yang dikenal aktif menyampaikan isu-isu sosial, politik, dan pendidikan melalui pendekatan komunikasi yang kritis dan argumentatif. Salah satu kontennya yang berjudul “Hal yang Lebih Penting Daripada Urusan dengan TNI” menarik perhatian publik karena membahas respons Ferry Irwandi terhadap isu yang melibatkan dirinya serta menampilkan berbagai strategi komunikasi dalam mempertahankan citra dan membangun pemahaman audiens terhadap peristiwa yang sedang berlangsung. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis retorika public speaking Ferry Irwandi dalam video tersebut dengan meninjau strategi komunikasi yang digunakan dalam menyampaikan pesan kepada publik.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi dan dokumentasi terhadap video YouTube Ferry Irwandi yang menjadi objek penelitian. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi dan menginterpretasikan bentuk-bentuk retorika yang muncul berdasarkan teori Image Restoration Theory yang dikemukakan oleh William Benoit. Teori ini digunakan untuk melihat bagaimana strategi komunikasi diterapkan dalam upaya mempertahankan citra ketika menghadapi kritik atau situasi yang berpotensi menimbulkan krisis reputasi. Analisis difokuskan pada lima strategi utama, yaitu Denial (penyangkalan), Evading Responsibility (penghindaran tanggung jawab), Reducing Offensiveness (mengurangi dampak negatif), Attack Accuser (menyerang pihak penuduh), dan Transcendence (pengalihan isu ke tingkat yang lebih luas). Selain itu, penelitian juga mengkaji unsur-unsur public speaking yang meliputi aspek verbal, vokal, dan visual dalam penyampaian pesan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ferry Irwandi menggunakan berbagai strategi pemulihan citra secara terintegrasi dalam membangun narasi komunikasinya. Strategi Denial digunakan untuk menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan tindakan sebagaimana yang dituduhkan serta menempatkan dirinya sebagai warga negara yang menggunakan hak kebebasan berpendapat. Strategi Evading Responsibility terlihat melalui penekanan bahwa persoalan yang terjadi masih berada dalam tahap proses sehingga publik perlu menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum menarik kesimpulan. Strategi Reducing Offensiveness digunakan dengan cara memperkuat argumentasi melalui penyampaian data, fakta, serta menunjukkan adanya dukungan publik terhadap narasi yang disampaikan. Strategi Attack Accuser tampak ketika Ferry mempertanyakan kredibilitas dan tindakan pihak-pihak yang memberikan tuduhan terhadap dirinya. Sementara itu, strategi Transcendence menjadi strategi yang paling dominan karena Ferry berupaya mengalihkan fokus pembahasan dari persoalan yang bersifat personal menuju isu yang lebih luas, seperti kebebasan berpendapat, hak warga negara, demokrasi, dan kepentingan publik.
Dari aspek public speaking, Ferry Irwandi menunjukkan kemampuan komunikasi yang efektif melalui penggunaan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami oleh audiens. Penyampaian argumen dilakukan secara logis dan sistematis sehingga mampu membangun kredibilitas serta memperkuat daya persuasi pesan yang disampaikan. Selain itu, penggunaan intonasi yang stabil, tempo bicara yang terkontrol, serta ekspresi dan gestur yang mendukung turut memperkuat efektivitas komunikasi yang dibangun. Kombinasi antara strategi retorika dan kemampuan public speaking tersebut membuat pesan yang disampaikan lebih mudah diterima oleh audiens dan berpotensi membentuk persepsi publik terhadap isu yang dibahas.
Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa retorika public speaking Ferry Irwandi dalam video “Hal yang Lebih Penting Daripada Urusan dengan TNI” tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai strategi komunikasi untuk mempertahankan citra, membangun legitimasi sosial, dan memperoleh dukungan publik dalam situasi yang berpotensi menimbulkan krisis reputasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan mengelola pesan secara persuasif, argumentatif, dan terstruktur memiliki peran penting dalam membentuk opini publik di era media digital.
References
Amrullah, F. (2025). Wacana Logika Mistika Pada Channel Youtube Ferry Irwandi (Analisis Wacana Teun A. Van Dijk). 1–90.
Ilham, R., & Samatan, N. (2021). Retorika Stand Up Comedy dan Public Speaking Komunitas Stand Up Indo Lampung. Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema, 4(1), 17–24. https://doi.org/10.24076/pikma.v4i1.583
Jurnal, T., Komunikasi, I., Humaniora, S., Alcoryansyah, N. M., Andayani, S. D., Bonar, E., & Hutapea, T. (2026). Strategi Retorika Krisis Pejabat Publik dalam Mengelola Opini asyarakat : Analisis Framing di Tiga Media Online Indonesia ( Studi Kasus Pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika dalam Kasus Korupsi BTS 4G Tahun 2023 ) strategi komunikasi tertentu guna. 4(April).
Luh Eka Candra Yulika, N., Wayan Budiarta, I., & Gusti Ayu Agung Dian Susanthi, I. (2022). Analisis makna, pesan, dan retorika dalam iklan Kitabisa.com (Analysis of meaning, message, and rhetoric in Kitabisa.com advertisements). KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 8(2), 472–491. http://ejournal.umm.ac.id/index.php/kembara
Sulmayanti, I., Hasanah, U., Trianjani, M., & Sari, L. E. (2025). ANALISIS RETORIKA FERRY IRWANDI DALAM VIDEO YOUTUBE: “HOW TO BE A GOOD STORYTELLER” Pendahuluan. 11(2), 1–10. https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/pentas%7C%7C
Theo, F., Hadi, I. P., & Budiana, D. (2022). Representasi Kritik Sosial dalam Video “DPR-Musikal” di Channel YouTube SkinnyIndonesian24. Jurnal E-Komunikasi, 10(2), 1–12.




