Framing Pernyataan Presiden tentang Pelemahan Rupiah di TikTok dan Implikasinya terhadap Persepsi Publik

Authors

  • Idha Diana Ary Anggraini Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Sasti Arinda Casta Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Doan Widhiandono Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Keywords:

Tiktok, Framing Media Sosial, Ketegangan Sosial, Rupiah, Persepsi Publik, Literasi Digital

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran platform TikTok dalam membentuk persepsi publik dan memicu ketegangan sosial masyarakat Indonesia, khususnya terkait cuplikan pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai pelemahan nilai tukar rupiah. TikTok sebagai platform berbagi video pendek yang memiliki lebih dari 100 juta pengguna aktif di Indonesia telah menjadi salah satu medium utama penyebaran informasi politik yang kerap disajikan dalam format yang terpotong dari konteks aslinya. Dengan menggunakan pendekatan analisis framing dan teori agenda setting, penelitian ini menganalisis bagaimana mekanisme algoritmik TikTok dan praktik framing konten berkontribusi terhadap pembentukan persepsi negatif serta munculnya ketegangan sosial di kalangan masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang secara signifikan berhubungan dengan social tension, di antaranya: tingkat literasi digital pengguna, intensitas paparan konten bermuatan emosional, efek echo chamber akibat algoritma rekomendasi, serta ketidakutuhan konteks informasi yang disampaikan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan literasi digital dan media, serta peran aktif platform dan pemerintah dalam mengelola ekosistem informasi digital yang sehat.

References

Entman, R. M. (1993). Framing: Toward clarification of a fractured paradigm. Journal of Communication, 43(4), 51-58. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.1993.tb01304.x

Hasibuan, I. N., Katimin, & Samosir, H. E. (2026). Peran media massa dalam konstruksi citra politisi analisis framing pemberitaan politik di media online Indonesia. Fikruna: Jurnal Ilmiah Kependidikan Dan Kemasyarakatan, 8(1). https://doi.org/10.56489/7n3p5342

Jao, R., Holly, A., & Mardiana, A. (2026). Pendampingan literasi digital masyarakat dalam menghadapi maraknya disinformasi di media sosial. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(3). https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.5521

Laksana, B. I., & Putri, A. (2024). Viralisasi media sosial sebagai percepatan respon bencana alam. Dakwatul Islam, 9(1). https://doi.org/10.46781/dakwatulislam.v9i1.1139

McCombs, M. E., & Shaw, D. L. (1972). The agenda-setting function of mass media. Public Opinion Quarterly, 36(2), 176-187. https://doi.org/10.1086/267990

Nawar, M. F. (2024). Analisis kualitatif terhadap fenomena 'peringatan darurat garuda biru': Memahami peran framing dan resonansi emosional dalam membentuk opini publik. Komunikatif: Jurnal Ilmiah Komunikasi, 13(2). https://doi.org/10.33508/jk.v13i2.6144

Pangestu, B. A. (2026). Peran media sosial terhadap perilaku komunikasi generasi Z: A systematic literature review. Al-Zayn Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2). https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5675

Ramadani, N., Pratiwi, F. S., Syafi'i, K., & Nursafitri, D. (2025). Representasi politik melalui media sosial: Analisis framing legislator terhadap isu publik. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1(4). https://doi.org/10.63822/22nxwr55

Rensiyana, J. F., Khairuddin, & Agil, I. (2025). Pentingnya literasi media dalam menghadapi informasi hoaks. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(4), 319-328. https://doi.org/10.61722/jmia.v2i4.52523

We Are Social & Hootsuite. (2025). Digital 2025: Indonesia. DataReportal. https://datareportal.com/reports/digital-2025-indonesia

Yulianto, K. I., & Riyantie, M. (2025). Sosialisasi penguatan literasi digital bagi pelajar untuk menangkal hoaks dan provokasi di media sosial. Ajad Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 454-460. https://doi.org/10.59431/ajad.v5i3.629

Downloads

Published

2026-05-29

Issue

Section

Articles