Peran Digitalisasi dalam Meningkatkan Daya Tarik Wisata Kuliner Kya-kya Surabaya: Perspektif Wisatawan
Keywords:
Digitalisasi, Kya Kya Kembang Jepun, Wisata Kuliner, Persepsi Wisatawan, UMKMAbstract
Kya Kya Kembang Jepun merupakan salah satu kawasan wisata heritage di Surabaya yang memadukan budaya Tionghoa, kuliner, dan aktivitas UMKM. Seiring perkembangan teknologi, digitalisasi menjadi salah satu upaya yang digunakan untuk memperkenalkan dan meningkatkan daya tarik kawasan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran digitalisasi dalam meningkatkan daya tarik wisata kuliner Kya Kya Kembang Jepun dari perspektif wisatawan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan penting dalam memperkenalkan Kya Kya kepada wisatawan. Sebagian besar pengunjung mengetahui kawasan ini melalui konten digital, seperti TikTok. Selain itu, kerja sama dengan influencer juga membantu meningkatkan jangkauan promosi. Wisatawan menilai Kya Kya memiliki suasana yang unik, menarik, dan berbeda karena menggabungkan unsur budaya, sejarah, dan kuliner dalam satu kawasan. Namun, pemanfaatan digitalisasi masih lebih banyak digunakan untuk promosi dan belum diterapkan secara maksimal dalam penyediaan informasi wisata. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan informasi digital yang lebih lengkap dan promosi yang lebih konsisten agar daya tarik serta keberlanjutan kawasan wisata Kya Kya Kembang Jepun dapat terus meningkat.
References
Ayutiani, D. N., & Satria Putri, B. P. (2018). Penggunaan akun Instagram sebagai media informasi wisata kuliner. PRofesi Humas: Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat, 3(1), 39.
Amrullah, M. L., & Koswara, A. Y. (2020). Arahan peningkatan daya tarik pariwisata di kawasan Pecinan Kota Lama Kembang Jepun Surabaya. Jurnal Teknik ITS, 9(1).
Ciptari, P. D. K., Wibawa, I. G. J. S., & Suardana, I. K. P. (2022). Pengelolaan destinasi wisata kuliner dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Desa Suranadi. Journal of Finance and Business Digital, 1(3), 203–218.
Diana Izzati & Fahrurozy Darmawan. (2025). Strategi Pengembangan Wisata Heritage Kya Kya Kembang Jepun sebagai Destinasi Wisata Prioritas Kota Surabaya. Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan, 4(2), 717–730.
Divindha, A. P., & Isnaini, S. (2023). Analisis potensi Kya-Kya Kembang Jepun sebagai objek wisata kuliner di Kota Surabaya. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(14), 85–100.
Hidayat, R., & Nugroho, Y. (2021). Peran influencer dalam strategi pemasaran pariwisata di media sosial. Jurnal Pariwisata dan Marketing, 3(2), 121–135.
Hidayati, N. (2022). Analisis strategi komunikasi pemasaran destinasi wisata di Surabaya. Jurnal Komunikasi dan Informasi, 8(2), 133–146.
Liestiandre, H. K. (2021). PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP KUALITAS DESTINASI PARIWISATA BALI. JURNAL KEPARIWISATAAN, 20(1), 1–17.
Retnasary, M., Setiawati, S. D., Fitriawati, D., & Anggara, R. (2019). Pengelolaan media sosial sebagai strategi digital marketing pariwisata. Jurnal Kajian Pariwisata, 1(1).
Wulandari, L. D. (2017). EKSISTENSI KAMPUNG KUNG-FU DALAM DINAMIKA KAWASAN MULTI RELIGI DI KEMBANG JEPUN SURABAYA. Jurnal Koridor, 8(2), 213–222.
Amrullah, M. L., & Koswara, A. Y. (2020). Arahan peningkatan daya tarik pariwisata di kawasan Pecinan Kota Lama Kembang Jepun Surabaya. Jurnal Teknik ITS, 9(1).
Ayutiani, D. N., & Satria Putri, B. P. (2018). Penggunaan akun Instagram sebagai media informasi wisata kuliner. PRofesi Humas: Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat, 3(1), 39.
Ciptari, P. D. K., Wibawa, I. G. J. S., & Suardana, I. K. P. (2022). Pengelolaan destinasi wisata kuliner dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Desa Suranadi. Journal of Finance and Business Digital, 1(3), 203–218.
Diana Izzati, & Fahrurozy Darmawan. (2025). Strategi pengembangan wisata heritage Kya Kya Kembang Jepun sebagai destinasi wisata prioritas Kota Surabaya. Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan, 4(2), 717–730.
Divindha, A. P., & Isnaini, S. (2023). Analisis potensi Kya-Kya Kembang Jepun sebagai objek wisata kuliner di Kota Surabaya. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(14), 85–100.
Hidayat, R., & Nugroho, Y. (2021). Peran influencer dalam strategi pemasaran pariwisata di media sosial. Jurnal Pariwisata dan Marketing, 3(2), 121–135.
Hidayati, N. (2022). Analisis strategi komunikasi pemasaran destinasi wisata di Surabaya. Jurnal Komunikasi dan Informasi, 8(2), 133–146.
Liestiandre, H. K. (2021). Persepsi wisatawan terhadap kualitas destinasi pariwisata Bali. Jurnal Kepariwisataan, 20(1), 1–17.
Retnasary, M., Setiawati, S. D., Fitriawati, D., & Anggara, R. (2019). Pengelolaan media sosial sebagai strategi digital marketing pariwisata. Jurnal Kajian Pariwisata, 1(1).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.
Wulandari, L. D. (2017). Eksistensi Kampung Kung-Fu dalam dinamika kawasan multi religi di Kembang Jepun Surabaya. Jurnal Koridor, 8(2), 213–222.




