FESTIVAL RUJAK ULEG SEBAGAI MEDIA PUBLIC RELATIONS DISBUDPORAPAR DALAM MELESTARIKAN BUDAYA KEARIFAN LOKAL KOTA SURABAYA
Keywords:
Festival Rujak Uleg, Public Relations, Budaya Lokal, Media Komunikasi, SurabayaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Festival Rujak Uleg dimanfaatkan sebagai media Public Relations oleh Disbudporapar Kota Surabaya dalam melestarikan budaya kearifan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak Disbudporapar, peserta festival, dan pengunjung festival. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Festival Rujak Uleg tidak hanya berfungsi sebagai event hiburan tahunan, tetapi juga sebagai media komunikasi budaya yang membangun hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Festival ini menghadirkan interaksi langsung, simbol budaya, partisipasi publik, serta pengalaman budaya yang memperkuat identitas lokal Kota Surabaya. Berdasarkan Media Richness Theory, Festival Rujak Uleg termasuk media komunikasi yang kaya karena menghadirkan immediacy of feedback, multiple cues, language variety, dan personal focus. Dengan demikian, festival budaya dapat dimanfaatkan sebagai strategi public relations pemerintah dalam mendukung pelestarian budaya lokal di Kota Surabaya.
References
Creswell, J. W. (2015). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hubaib. (2021). Peran Festival Budaya dalam Penguatan Identitas Sosial. Jurnal Komunikasi Budaya.
Romadhan, M. I. (2019). Festival sebagai Media Komunikasi dalam Membangun Citra Destinasi Wisata Budaya. Jurnal Pariwisata dan Komunikasi.
Romadhan, M. I., & Pradana. (2023). Komunikasi Pariwisata dalam Pengembangan Destinasi Wisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Ilmu Komunikasi.




