Literasi Opini dan Propaganda di Era Digital: Upaya Meningkatkan Kesadaran Kritis Mahasiswa terhadap Konten Media Sosial

Authors

  • V. Rudy Handoko Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Nara Garini Ayuningrum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Keywords:

Opini, Propaganda, Literasi Media, Komunikasi Digital, Literasi Kritis

Abstract

Artikel ini membahas kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan literasi mahasiswa dalam memahami perbedaan antara opini dan propaganda di era digital. Perkembangan media sosial seperti Instagram dan TikTok telah memperluas ruang produksi dan distribusi informasi, sekaligus mengaburkan batas antara ekspresi subjektif dan strategi persuasi yang terstruktur. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif yang menggabungkan ceramah interaktif, studi kasus, diskusi kelompok, dan simulasi analisis konten. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan mahasiswa mengidentifikasi framing, bias ideologis, serta penggunaan emosi dalam konten media digital. Selain itu, mahasiswa mulai menyadari peran mereka tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen makna dalam ekosistem komunikasi digital. Temuan juga mengungkap bahwa propaganda tidak hanya bekerja melalui isi pesan, tetapi juga melalui mekanisme algoritmik yang memengaruhi visibilitas informasi. Meskipun demikian, tantangan masih ditemukan dalam konsistensi penerapan literasi kritis dalam praktik sehari-hari. Artikel ini menegaskan bahwa literasi opini dan propaganda merupakan kompetensi penting dalam pendidikan komunikasi, serta berkontribusi dalam membangun kesadaran kritis dan praktik komunikasi yang lebih etis di ruang publik digital.

References

Baudrillard, J. (1994). Simulacra and simulation. University of Michigan Press.

Bourdieu, P. (1991). Language and symbolic power. Harvard University Press.

Buckingham, D. (2003). Media education: Literacy, learning and contemporary culture. Polity Press.

Castells, M. (2010). The rise of the network society (2nd ed.). Wiley-Blackwell.

Fairclough, N. (1995). Media discourse. Edward Arnold.

Foucault, M. (1972). The archaeology of knowledge. Pantheon Books.

Herman, E. S., & Chomsky, N. (1988). Manufacturing consent: The political economy of the mass media. Pantheon Books.

Jenkins, H. (2006). Convergence culture: Where old and new media collide. New York University Press.

Striphas, T. (2015). Algorithmic culture. European Journal of Cultural Studies, 18(4–5), 395–412. https://doi.org/10.1177/1367549415577392

Vosoughi, S., Roy, D., & Aral, S. (2018). The spread of true and false news online. Science, 359(6380), 1146–1151. https://doi.org/10.1126/science.aap9559

Livingstone, S. (2018). Audiences in an age of datafication: Critical questions for media research. Television & New Media, 20(2), 170–183. https://doi.org/10.1177/1527476418811118

Couldry, N., & Mejias, U. A. (2019). The costs of connection: How data is colonizing human life and appropriating it for capitalism. Stanford University Press.

van Dijk, T. A. (1998). Ideology: A multidisciplinary approach. Sage Publications.

Kellner, D., & Share, J. (2007). Critical media literacy is not an option. Learning Inquiry, 1(1), 59–69. https://doi.org/10.1007/s11519-007-0004-2

Downloads

Published

2026-07-13