Social Preneurship 1.0: Inovasi Kuliner Yuki Crunch sebagai Wujud Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat di Kampung Jepang Manukan Surabaya
Keywords:
kewirausahaan sosial, ekonomi kreatif, inovasi kuliner, action learning, pengembangan masyarakatAbstract
Program pengabdian masyarakat Social Preneurship 1.0 diadakan sebagai langkah untuk membangun kewirausahaan sosial dengan menggunakan inovasi kuliner Yuki Crunch, sekaligus membantu meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat di Kampung Jepang, Manukan, Surabaya. Kegiatan ini diadakan karena peluang di sektor kuliner cukup besar, serta pentingnya pengalaman nyata bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu kewirausahaan langsung kepada masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah menerapkan strategi pemasaran produk inovatif Yuki Crunch, meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bidang komersial dan manajerial, serta membantu pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah setempat. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan basis action learning, melalui partisipasi langsung dalam acara bazar komunitas. Data didapat dari pengamatan langsung di lapangan, wawancara pendek dengan pelanggan, pengumpulan dokumen, serta penilaian terhadap penjualan. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Yuki Crunch diterima dengan baik oleh masyarakat, dengan total penjualan mencapai 270 unit produk, di mana produk Croissant Ice Cream menjadi yang paling laris terjual. Selain itu, mahasiswa juga meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha, berkomunikasi dalam bisnis, serta melayani konsumen, sekaligus memperkaya rasa empati sosial terhadap ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat. Kegiatan ini juga membantu meningkatkan daya tarik pasar dan mendukung usaha ekonomi kreatif yang dilakukan masyarakat setempat. Dengan demikian, program Social Preneurship 1.0 terbukti menjadi cara yang efektif untuk menggabungkan nilai ekonomi dan sosial, sehingga mendukung pengembangan masyarakat secara berkelanjutan.
References
Achmad, W. (2024). Pemberdayaan masyarakat melalui kewirausahaan sosial: Membangun kemandirian. Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan, 14(9).
Badan Pusat Statistik. (2022). Surabaya municipality in figures 2022. BPS Kota Surabaya.
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik penyediaan makanan dan minuman 2023. BPS Indonesia.
Darwis, R. S., Miranti, Y. S., Saffana, S. R., & Yuandina, S. (2021). Kewirausahaan sosial dalam pemberdayaan masyarakat. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 4(2), 135–147.
Hidayat, D., & Putra, A. (2020). Participative based social entrepreneurship training for community empowerment. Digital Press Social Sciences and Humanities, 6, 1–6.
Kadin Indonesia. (2024). Data UMKM Indonesia per sektor lapangan usaha per 31 Desember 2024.
Lestari, I. D., & Brahma, I. A. (2023). Dampak penanaman pendidikan kewirausahaan bagi mahasiswa di era globalisasi. Saskara: Indonesian Journal of Society Studies, 3(2), 79–94.
Nielsen. (2023). Consumer food and beverage trends report. Nielsen Indonesia.
Nugrahaningsih, P., Hanggana, S., Murni, S., Hananto, S. T., Asrihapsari, A., Syafiqurrahman, M., Zoraifi, R., & Hantoro, S. (2021). Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan dan pemasaran digital pada BUMDes Blulukan Gemilang. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 8–14.
Puspita, E. D., et al. (2024). Efektivitas penataan denah UMKM dalam meningkatkan keberlanjutan ekonomi. Nusantara Community Empowerment Review, 2(2), 51–55.
Rahman, A., & Dewi, S. (2020). Inovasi produk dan pemasaran UMKM: Tantangan dan peluang. Jurnal Manajemen Pemasaran, 4(1), 45–60.
Salsabila, & Rini. (2023). Pengalaman bersantap dan kepuasan pelanggan di industri kafe Indonesia. Universitas Pelita Harapan.
Unduh Template Jurnal
Mendeley