Cita Rasa Tradisional dengan Nuansa Modern, “MatchaBin” sebagai Upaya Peningkatan Branding Kampung Jepang
Keywords:
gabin, inovasi kuliner, kampung jerapah, matcha, pemberdayaan masyarakat, branding destinasi wisataAbstract
Kampung Jepang merupakan destinasi wisata tematik yang mengusung konsep budaya Jepang, namun belum memiliki produk kuliner khas yang mampu memperkuat identitasnya sebagai kawasan wisata. Di sisi lain, gabin sebagai jajanan tradisional Indonesia semakin kurang diminati, terutama di kalangan generasi muda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan MatchaBin sebagai inovasi gabin bercita rasa matcha sebagai produk kuliner unggulan yang selaras dengan identitas Kampung Jepang sekaligus upaya pelestarian jajanan tradisional melalui pendekatan modern. Metode yang digunakan meliputi produksi produk dan pemasaran langsung kepada pengunjung kawasan wisata. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa MatchaBin mendapatkan respon positif dari masyarakat, baik dari segi cita rasa, tampilan, maupun kemasan. Tingginya minat beli pengunjung membuktikan bahwa inovasi rasa berbasis bahan kekinian seperti matcha efektif meningkatkan daya tarik jajanan tradisional. Selain itu, kehadiran MatchaBin berkontribusi terhadap penguatan branding Kampung Jepang sebagai destinasi wisata tematik serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan potensi ekonomi lokal.
References
Maruto, N. A. R., & Huda, A. M. (2020). DESTINASI BRANDING KAMPUNG LAWANG SEKETENG SEBAGAI WISATA KULINER. Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna, 8(2), 118.
Nugroho, M. F. A., & Murtini, E. S. (2017). INOVASI PENINGKATAN KANDUNGAN GIZI JAJANAN TRADISIONAL KLEPON DENGAN MODIFIKASI BAHAN DAN WARNA.
Rohwiyati. (2025). PERAN INOVASI PRODUK DAN PACKAGING MAKANAN
TRADISIONAL JAJAN PASAR UNTUK MENARIK GENERASI MILENIAL DAN
GEN Z DI SOLO. Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah, 23, 4.
Unduh Template Jurnal
Mendeley