Edukasi Aktivitas Fisik Ringan Melalui Campaign Digital #JalaninAjaDulu

Authors

  • Naufal Ubaidillah Fauzy Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Aprilian Kurnia Putra Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Ferdy Salsabilla Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • M Ravi Muntaha Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Abstract

Perkembangan teknologi dan meningkatnya aktivitas digital membuat banyak masyarakat kurang melakukan aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan jika tidak disertai dengan kebiasaan bergerak secara rutin. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa sekitar 31% orang dewasa di dunia belum memenuhi rekomendasi aktivitas fisik, sementara di Indonesia prevalensi aktivitas fisik yang tidak mencukupi pada usia ≥18 tahun mencapai 15,2%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta mendorong kebiasaan aktivitas fisik ringan, khususnya berjalan kaki, melalui kampanye sosial digital #JalaninAjaDulu. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan melalui media sosial, serta challenge berjalan kaki harian dengan membagikan jumlah langkah melalui Instagram Story. Sasaran kegiatan adalah masyarakat usia produktif (18–45 tahun) yang aktif menggunakan media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas berjalan kaki serta pemahaman bahwa menjaga kesehatan dapat dimulai dari langkah sederhana yang mudah dilakukan dalam rutinitas sehari-hari. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam membangun kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan melalui pendekatan digital yang mudah diakses oleh masyarakat.

References

Hidayat, R., & Sari, M. (2022). Efektivitas promosi kesehatan berbasis digital pada masyarakat usia produktif. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 17(1), 33–41.

Indonesia, K. K. R. (2018). Laporan nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Indonesia, K. K. R. (2020). Pedoman aktivitas fisik bagi masyarakat Indonesia. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular.

Nasrullah, R., Adi, A. C., & Rachmawati, D. (2020). Media sosial sebagai sarana promosi kesehatan masyarakat. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 15(2), 75–84.

Nugraha, B., & Setiawan, A. (2019). Aktivitas fisik dan kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 123–131.

Organization, W. H. (2024). Nearly one third of adults worldwide did not meet recommended levels of physical activity in 2022. https://www.who.int/news/item/26-06-2024-nearly-1.8-billion-adults-at-risk-of-disease-from-not-doing-enough-physical-activity

Putri, R. M., & Lestari, D. (2020). Jalan kaki sebagai bentuk aktivitas fisik sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(1), 45–52.

Rahmawati, I., & Fadillah, N. (2019). Media sosial sebagai media promosi kesehatan. Jurnal Komunikasi Kesehatan, 10(1), 1–10.

Sholihah, N. A., Nur Olivia, N., Hafidzirrahman, A., Faridah, Sukmasari, W., Suwono, W. J., & Ikayanti, Y. (2023). Efektivitas promosi kesehatan menggunakan teknologi informasi media sosial. Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Ilmu Gizi, 3(1), 509.

https://doi.org/10.57213/antigen.v3i1.509

Wibowo, A., & Handayani, S. (2021). Perubahan perilaku kesehatan melalui pendekatan bertahap. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 16(2), 89–98.

Downloads

Published

2026-01-24